Tidak jelas apakah para bintang utamanya juga ikut menginap di tempat tersebut, mengingat, meski penampilan hotelnya cukup indah dan menarik, namun ukuran kamarnya tidak begitu luas. Meski cukup ramai (parkiran mobil di area parkir full), untungnya masing-masing dari kita masih bisa mencari posisi enak untuk menikmati pemandangan alam nan indah. Sayang agak sulit untuk mengabadikan pemandangan malam ini karena keterbatasan kemampuan kamera ponsel dan kamera digital yang kami bawa. Sayangnya, bagian atas kepala ‘ayam’ tidak terlalu luas, sehingga untuk bisa menikmati pemandangan dengan nyaman dan berselfie ria di sana harus sabar mengantri dengan pengunjung yang datang terlebih dahulu. Pemberhentian pertama adalah Greenhost Boutique Hotel, resort butik yang menjadi official lodge-nya crew movie Ada Apa Dengan Cinta? Puas bermain air, trip berlanjut menuju Goa Kiskendo, pemberhentian sementara sebelum meluncur ke destinasi terakhir pada hari itu, Kalibiru. Tidak terlalu strategis untuk berfoto sih, tapi setidaknya masih dapet lah view Candi Borobodur serta Gereja Ayam yang akan menjadi destinasi selanjutnya.
Namun dengan mempertimbangkan dua destinasi pertama yang becek dan licin karena hujan, sedangkan pendakian di Curug Suroloyo dikabarkan lebih berat lagi dalam kondisi normal, maka destinasi selanjutnya pun disesuaikan menjadi Air Terjun Sidoharjo yang berada di space yang sama dengannya. Warung Sate Tengah malam ini berada diutara jalan ringroad utara menuju kaliurang atau gunung merapi. Sego Abang Jirak ini terletak di Jalan Semanu, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Makanan ini pernah menjadi potret kemiskinan di daerah Gunung Kidul. Janganlah malu sewaktu akan mampir makan di lesahan jalan malioboro untuk bertanya harga makanan yang akan kita nikmati apakah mahal atau sesuai dengan harga reta2 yang lainnya. Hanya ada tiga pengunjung lain di curug tersebut ketika kami tiba, dan dari information yang mereka berikan, ternyata kami salah jalan, yang harusnya mengambil jalan lurus agak ke kiri di pertigaan, kami justru mengambil arah ke kanan, hehehe. Setelah hampir 1 jam menjadi saksi keindahan ciptaan Tuhan, dan juga setelah tidak tahan dengan banyaknya lumpur yang nangkring di sepatu, kami pun memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan. Bahkan hampir tidak terasa ada angin yang bertiup.
Jajanan yang satu ini patut kamu coba saat berkunjung ke Jogja. Kamu bisa menyewa sepeda untuk berkeliling di sekitar Malioboro atau bisa kamu gunakan menuju ke berbagai tempat wisata di sekitar Malioboro. Rencananya, kami hanya akan menggunakan tempat ini untuk beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan ke Punthuk Setumbu di dini hari. Sebenarnya ada jalur untuk langsung menuju Bukit Rhema dari Punthuk Setumbu, namun dengan pertimbangan jalur pulang yang membutuhkan perjalanan ganda, kami menuju tempat tersebut dengan menggunakan kendaraan. Dengan pertimbangan waktu dan juga energi, jelas timbangan terbang ke udara yang lebih unggul. Namun dengan pertimbangan waktu, kami hanya singgah di RM Bukit Indah yang terletak di ‘dasar’ Bukit Bintang. Tujuan kami adalah bukit bintang, salah satu spot untuk menyaksikan gemerlap kota Yogyakarta dari kejauhan. 2 di Jogja ada yang mematok biaya antara Rp 1jt untuk 1-2 orang hingga Rp 400rb untuk 6-8 orang. Tak heran, penikmat gudeg Mbah Lindu terus beregenerasi hingga hari ini.
Sama seperti di Bakmi Jawa Mbah Mo, Bakmi Jawa Kadin juga memakai telur bebek pada pengolahannya. Mulai dari lantainya, dindingnya, kursi makannya, meja makannya, dan lain-lainnya, mayoritas semua terbuat dari kayu, ditambah lagi dengan ornamen-ornamen agraris seperti cangkul, sabit, radio antik dan bahkan wayang punakawan juga ada disini, jadi berasa lagi berada di tengah hutan di antara pepohonan gitu deh bro sis. Disitulah Warung Nasi Kuning Bu Tuminem Berada. Tempat kuliner malam di Jogjakarta yang satu ini berada di jalan kaliurang KM 6, yaitu kuliner tentang sate namanya Sate Tengah Malam yang berjualan waktu tengah malam. Sempat hampir menyerah di paruh jalan dan berharap ada ojek yang lewat. Ternyata biaya pemesanan dari loket di dalam gak tanggung-tanggung selisihnya, hampir mencapai Rp 40.000,-. Busetttt. Oke, mungkin gak sepenuhnya ala ala Ada Apa Dengan Cinta? 2. Bukan apa-apa, kondisi cuaca yang memang kurang mendukung memaksa saya dan teman-teman yang tadinya berniat untuk melakukan napak tilas perjalanan Rangga dan Cinta di film AADC?












0 komentar:
Posting Komentar